Klaim Tari Pendet Yang Menyadarkan
Suatu sore, menjelang buka puasa hari pertama, saya masih di depan ruang poli-anak bersama dengan istri dan anak saya yang mau kontrol reguler. Dokter anak kami tersebut rupanya datang telat, lewat setengah jam dari seharusnya jam 5 sore. Hmmm, ya sudahlah sekalian ngabuburit, pikir saya.
Sebagaimana yang biasa dilakukan orang-orang di jaman instan ini saat dalam posisi idle, saya keluarkan handphone untuk dijadikan alat pembunuh sepi. Handphone itu sejatinya punya pre-installed games, namun saya sedang tidak tertarik untuk memainkannya. Ber-social-network adalah niat saya saat itu dengan cara menjalankan Opera Mini dan nantinya saya akan pilih Facebook dari sekian bookmarks yang tampil di browser tersebut. Rupanya niat tinggal niat, karena saya akhirnya memilih link “detikcom : situs warta era…“. Saya lebih tergoda untuk melihat situs berita lokal, hanya untuk sekedar memastikan sore itu sebenarnya Maghrib jam berapa. Continue reading »
Filed under Anything | Comments (2)Susahnya Cari Nama
Ini masih ada kaitannya dengan posting sebelumnya.
Perihal nama yang akan disematkan ke anak saya yang ketiga sebenarnya telah direncanakan jauh-jauh hari sebelum dia lahir. Seharusnya pencarian tersebut lebih gampang, karena saya sudah punya pengalaman 2x sebelumnya; saat mencari dan mengkomposisi dua anak saya sebelumnya. Clue jenis kelamin Dede juga sudah diketahui beberapa bulan sebelumnya, berdasarkan hasil USG dokter. Namun tetap aja sampai Dede lahir, menginap di rumah sakit dua hari, dan kemudian pulang ke rumah; nama yang dicari dan dikomposisi tidak kunjung ketemu. Continue reading »
Filed under Family | Comments (4)Welcome Home Dede Kecil!
Alhamdulillah, setelah 2 hari nginep dan dirawat sebaik-baiknya di RS Azra, anakku yang ketiga tadi malem nyampe di rumahnya. Dokter sudah membolehkannya dibawa pulang, karena sudah cukup sehat, bahkan sangat sehat malahan.
Welcome home Dede kecil! Dipanggil Dede, karena sampe hari ini bapaknya masih kelimpungan dan keep googling buat cari kombinasi nama terbaik.
Filed under Family | Comment (1)Hi, it’s Me!
Tiba-tiba semua orang ingin menulis. Yah, terutama setelah muncul trend blogging.
Tiba-tiba semua orang baru sadar, ada bakat terpendam berupa kegiatan menulis yang selama sekolah bertahun-tahun merupakan hal yang paling dibenci. Bisa dilihat dari nilai ujian Bahasa Indonesia/Sastra.
Tiba-tiba semua terbuka di dunia yang maya dan fana ini. Hal yang remeh-temeh sekali pun dipublish tanpa tedeng aling-aling. Tidak peduli itu akan dibaca oleh siapa. Dan juga tidak peduli tulisannya tidak akan pernah dibaca (apalagi dimengerti) oleh siapapun.
Begitu juga blog ini. Ha ha ha ha …
Filed under Anything | Comment (1)

